*BALADA PENSIUNAN*
Sejak pagi tadi tak henti-hentinya hape ini berdering, panggilan masuk. Bisa ketebak bahwa nasabah pensiunan yang sedang melakukan panggilan. Tgl 24 Mei 2019 adalah hari istimewa karena ada edaran bahwa gaji 14 atau THR akan turun. Tidak jauh dari berita itu pertanyaan mereka. Bahkan jauh jauh hari tidak hentinya mereka bertanya, Pak kapan THR cair? Pak nanti langsung masuk tabungan kan? Saya maklumi karena itulah yang mereka harapkan. THR itu kata sebagian dari mereka untuk belikan cucu baju baru. Saya bertanya heran, kan ada orang tuanya pak/bu? Sebagian menjawab karena senang melihat cucunya senang, sebagian lagi berkata bahwa anaknya belum mampu jadi saya yg belikan keperluan lebaran nanti. Tidak sedikit pula uang THR itu untuk melunasi hutang di luaran sana. Ada pula yang untuk memperbaiki rumah. THR tinggal nama saja, toh habis juga tak tersisa.
Pelik sekali kehidupan pensiunan ini. Saya tau betul karena betinteraksi dengan mereka lebih dari 3 tahun. Siklus kehidupannya, keperluaannya, kesusahannya, kebahagiaannya. Permasalahan keuangan yang tak kunjung usai. Tidak lebih dari 5% dari mereka yang gajinya masih utuh. Kami para analis khusus pensiunan dan PNS sering membicarakan ini. Nongkrong bareng membicarakan solusi. Kadang juga sering terucap kata, apa iya nanti kita jadi seperti mereka pensiunan. Nah disinilah saya bisa masuk, mulai bicara tentang kecerdasan finansial, soft banget deh.
Tugas mereka, pensiunan membiayai putra putrinya tidak kunjung usai, mulai dari pendidikannya sampai kuliah, kalau gak ngutang dapat dari mana? 5 tahun saya mendengar kalimat ini terus menerus dari lisan mereka. Ngutang itu memperpanjang umur, kata mereka seperti kesepakatan umum. Setelah selesai pendidikannya melangkahlah kepada biaya menikahkan anak. Tidak murah, mahal tidaknya biasanya ditentukan pada jabatan apa dia dulu. Beda staf beda pula Kepala Dinas, tentu makin mewah. Seperti tak pernah usai, cucunya seringkali menjadi tanggungan pensiunan dengan kebutuhan yang beragam. Kebanyakan dari mereka yang tidak utuh gajinya, mereka nyambi bekerja lagi. Ada yang berdagang, ada yang jadi petani, ada yang jadi satpam, ada yang jadi LSM dan berbagai profesi lainnya. Namun tidak semua yang seperti itu, ada juga 5% dari mereka yang bersih gajinya dari pinjaman. Siapa mereka? Mereka adalah pensiunan yang selesai dengan kebutuhan anaknya dan rumahnya.
Semakin membingungkan sebenarnya. Dengan keadaan seperti itu, mengapa banyak orang yang memperebutkannya? Bahkan ada yang berani bayar mahal untuk masuk dalam jajarannya agar mendapatkan gaji pensiun nantinya. Ternyata masih banyak orang di luar sana yang membutuhkan bantuan kita. Membantu memberikan pengertian tentang kecerdasan finansial. Apa itu pasive income? Bagaimana mempersiapkan masa depan. Kerja itu hanya bisa sementara lho. Dalam waktu 2 - 5 tahun kita bisa dapatkan pasive income Rp. 100.000.000. Entah apa yang menjadi pilihan anda sebagai pembaca? Selalu lebih bijak ketika memilih yang terbaik untuk masa depan. Masa depan siapa? Masa depan keluarga anda. Semangat. Apa yang anda pilih saat ini adalah pilihan yang paling tepat. Anda pasti bisa hanya perlu terbiasa. Anda pasti bisa karena anda terpilih.
_Semoga Hidup Makin Berkah Berlimpah Bahagia._
RichAnton
Sumenep, 24/5/19. 19:37
Go Founders Crown Ambassador
👑👑👑👑👑👑👑👑👑
Tidak ada komentar:
Posting Komentar